Sebagai insan yang terdidik, seorang mahasiswa sangatlah paham dan mengerti apa sebenarnya subtansi dari kata ‘hasil atau result(?) Meskipun tidak sedikit dari mereka –termasuk penulis- yang belum bisa mendefinisakan kata tersebut dengan kalimat yang ‘pas’ dan apik. Sederhanya, ‘hasil’ bisa dikatakan sebuah pencapain akhir dari sebuah aktivitas atau usaha. Dengan kata lain, hasil merupakan sebuah keadaan yang terjadi akibat keadaan (red: aktifitas, usaha dll.) yang terjadi sebelumnya.Tuhan memang telah menetapkan sebuah ‘rumus’ yang –mau tidak mau- harus dijalani oleh manusia di muka umi ini, bahkan semua makhluk ciptaan-Nya. Sehingga dengan rumus tersebut, manusia yang notabene adalah makhluk yang paling mulia –karena akalnya- bisa merencanakan segala hal yang ingin dicapainya di hari esok. Selain itu, dengan rumus tersebut, manusia –setidaknya- bisa menerima segala konsekuensi keadaan hidup di dunia yang sedang dijalaninya, begitu juga keadaan kehidupan di akhirat nanti setelah kontrak hidupnya di dunia telah habis. Rumus itu tidak lain adalah ‘hukum sebab dan akibat’.
Manusia mengakui bahwa rumus yang telah diciptakan oleh Tuhan ini memang selalu ‘terpraktekkan’ dalam kehidupannya, baik disadari maupun tidak. Selanjutnya, akal yang telah dianugerahkan kepada manusia yang memiliki fungsi sebagai ‘barometer’ dalam menilai sebuah kebenaran juga tidak melihat adanya sedikit ‘kemlesetan’ dalam rumus ini. Ini mengindikasikan bahwa rumus ciptaan Tuhan ini mempunyai nilai validitas yang paten. Meski di samping itu, tidak sedikit fenomena yang terjadi di kehidupan ini dan nalar manusia tidak bisa menaruhkan rumus ini dalam fenomena tersebut. Hal semacam ini sebenarnya tidak menunjukkan bahwa rumu tersebut tergores validitasnya. Akan tetapi, lebih kepada nalar manusaialah yang masih belum bisa mencapai sisi rahasia di balik fenomena tersebut. Karena manusia yang notabene adalah sang pemilik nalar itu sendiri telah mengakui bahwa nalar yang dimilikinya mempunyai keterbatasan dalam melihat dan menganalisa sebuah fenomena kehidupan.



