Organisasi dalam tubuh Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) sudah seperti jamur yang bertebaran di musim hujan. Hampir setiap sudut tubuh Masisir ditemukan organisasi dengan berbagai macam visi dan misi. Oragansai sudah menjadi hal yang lazim ada di Masisir, tak lain adalah sebagai tempat pelarian untuk berkumpul, berkreasi dan mengembangkan potensi diri. Mengingat, fasilitas seperti ini tidak ditemukan di tempat utama mereka mencari ilmu, al-Azhar al-Syarif. Kreatifitas membentuk organisasi pun berkembang di kalangan Masisir setelah mereka merasa bahwa mereka butuh wadah untuk berkreasi. Sehingga tak mengherankan jika banyak sekali organisai yang lahir berlatar belakang hanya persamaan persepsi.
Namun dari banyaknya kuantitas organisasi tersebut, tidak sedikit di antaranya yang ‘mandeg’ atau tersendat di tengah jalan. Tidak lain penyebab dari itu semua adalah minimnya rasa loyalitas yang dimiliki oleh masing-masing anggota oranisasi tersebut, yang akhirnya berakibat juga pada kurang maksimalnya pelaksanaan program kegiatan. Loyalitas organisator mempunyai peran yang sangat signifikan bagi eksistensi sebuah organisasi. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa setiap laju roda organisasi membutuhkan orang-orang yang benar-benar mau dan aktif dalam mencurahkan segala apa yang dimilkinya demi organisasi tersebut. Bahkan, nasib eksisitensi sebuah organisasi ditentukan oleh loyalitas para anggotanya terhadap organisasi tersebut.



